Foto : Raja Abdullah II (AFP)
AMMAN - Raja Yordania Abdullah II mengingatkan kembali tentang ancaman militan Al Qaeda di Timur Tengah. Menurutnya, kelompok militan itu bisa saja mencuri senjata-senjata kimia milik Suriah.
"Menurut informasi yang kami dapatkan, ada kehadiran Al Qaeda di sejumlah wilayah di Suriah, peristiwa itu merupakan skenario terburuk terutama bila senjata kimia Suriah jatuh ke tangan pihak-pihak yang tak bersahabat," ujar Abdullah II, seperti dikutip CNN, Kamis (19/7/2012).
"Saya rasa, kami akan tetap mencari opsi politik untuk masalah ini, realita mungkin sudah terlihat dan waktu juga terus berjalan," tegasnya.
Raja Abdullah II pun mengatakan, bom yang baru saja membunuh tiga orang pejabat Suriah menunjukkan adanya pukulan keras bagi rezim Presiden Bashar al Assad. Meski demikian, serangan itu tidak membuat Assad bertekuk lutut.
Sejauh ini, Raja Abdullah II juga menolak adanya intervensi asing terhadap kasus Suriah. Namun Abdullah mengingatkan, bila Assad melakukan kesalahan dengan menggunakan senjata kimia dan mencelakai warganya, akan ada sebuah konsekuensi khusus terhadap tindakan itu.
"Bila senjata kimia jatuh ke tangan pemberontak (oposisi Suriah), saya rasa pada akhirnya kita semua yang akan menderita. Saya pun yakin, Rusia akan menyetujui intervensi internasional untuk Suriah," tambahnya.
Raja Yordania itu menegaskan, bila memang seluruh negara hendak mengirimkan senjata ke Suriah, mereka harus memberikannya ke pihak yang tepat. Isu senjata kimia Suriah juga cukup membuat Amerika Serikat (AS) semakin khawatir.
(AUL)
"Menurut informasi yang kami dapatkan, ada kehadiran Al Qaeda di sejumlah wilayah di Suriah, peristiwa itu merupakan skenario terburuk terutama bila senjata kimia Suriah jatuh ke tangan pihak-pihak yang tak bersahabat," ujar Abdullah II, seperti dikutip CNN, Kamis (19/7/2012).
"Saya rasa, kami akan tetap mencari opsi politik untuk masalah ini, realita mungkin sudah terlihat dan waktu juga terus berjalan," tegasnya.
Raja Abdullah II pun mengatakan, bom yang baru saja membunuh tiga orang pejabat Suriah menunjukkan adanya pukulan keras bagi rezim Presiden Bashar al Assad. Meski demikian, serangan itu tidak membuat Assad bertekuk lutut.
Sejauh ini, Raja Abdullah II juga menolak adanya intervensi asing terhadap kasus Suriah. Namun Abdullah mengingatkan, bila Assad melakukan kesalahan dengan menggunakan senjata kimia dan mencelakai warganya, akan ada sebuah konsekuensi khusus terhadap tindakan itu.
"Bila senjata kimia jatuh ke tangan pemberontak (oposisi Suriah), saya rasa pada akhirnya kita semua yang akan menderita. Saya pun yakin, Rusia akan menyetujui intervensi internasional untuk Suriah," tambahnya.
Raja Yordania itu menegaskan, bila memang seluruh negara hendak mengirimkan senjata ke Suriah, mereka harus memberikannya ke pihak yang tepat. Isu senjata kimia Suriah juga cukup membuat Amerika Serikat (AS) semakin khawatir.
(AUL)
0 komentar:
Posting Komentar